Ada masa dalam hidup ketika kita tidak tahu sedang menuju ke mana, tapi terlalu malu untuk mengaku sedang tersesat. Namanya Rehan, 22 tahun, mahasiswa tingkat akhir. Sudah dua semester terakhir, dia tidak banyak bicara. Dosen pembimbing sulit dihubungi. Skripsinya seperti labirin yang setiap babnya berujung pada halaman kosong.
Orang tuanya di kampung terus bertanya, “Kapan selesai, Nak?” Tapi ia sendiri tak tahu bagaimana menjawabnya tanpa terlihat lemah. Jadi ia bilang, “Doain aja ya.” Kalimat itu sederhana, tapi mengandung beban sebesar dunia.
Hari itu seperti biasa: pagi kuliah online, siang makan seadanya, malam menatap laptop tanpa benar-benar fokus. Di kosnya yang sempit, lampu redup, kipas angin tua berisik di sudut kamar. Malam berjalan lambat. Dan seperti banyak malam sebelumnya, Rehan membuka ponselnya — bukan untuk belajar, bukan untuk balas chat grup, tapi untuk membuka aplikasi yang diam-diam jadi tempatnya melarikan diri.
Jadwal188.
Bukan karena dia kecanduan. Tapi karena hanya di dalam slot-slot itulah, ia bisa merasa seolah mengendalikan sesuatu.
Di dunia nyata, semua terasa lepas kendali. Tapi dalam satu layar kecil di tangannya, ia bisa memilih game, menekan tombol spin, dan menunggu hasil — tanpa harus menjelaskan siapa dirinya, tanpa harus menyenangkan siapa pun.
Malam itu, ia memilih game bertema buku-buku kuno. Ia tak begitu paham cara kerjanya hanya menggunakan feeling yang mengatakan bahwa game ini pasti gacor dan tiga scatter akan membuka pintu menuju bonus. Modalnya tinggal dua puluh ribu. Sisa dari uang makan tiga hari terakhir.
Bodoh? Mungkin. Tapi juga jujur. Karena di momen itu, ia tidak mencari untung. Ia hanya ingin sedikit… keajaiban.
Spin pertama, kosong.
Spin kedua, kosong juga.
Spin ketiga, dua scatter muncul — jantungnya berdegup. Tapi yang ketiga tak datang. Ia tertawa kecil. “Ya udah lah,” katanya dalam hati.
Tapi di putaran keempat, sesuatu berubah. Tiga scatter jatuh dengan suara gemerincing seperti hujan pertama setelah musim kering. Layarnya berubah. Bonus dimulai.
Ia tak bersorak. Ia hanya menatap layar, terpaku, melihat angka kemenangan bertambah sedikit demi sedikit. Tiga ratus ribu. Lalu empat ratus. Akhirnya berhenti di angka lima ratus tujuh puluh ribu rupiah.
Dia menutup mata. Menghela napas. Bukan karena uangnya. Tapi karena ia merasa masih punya kendali atas sesuatu.
Malam itu, ia pesan makanan enak. Bukan mie instan. Tapi ayam goreng lengkap dengan es teh jumbo. Ia makan sambil duduk di lantai, pelan-pelan, sambil menatap dinding yang biasanya jadi tempat ia berbicara sendiri.
Besoknya, ia beli pulsa, lalu menelpon ibunya. Suaranya ringan. Lebih ringan dari biasanya. Ia tidak bilang soal kemenangan itu. Ia hanya bilang, “Aku lagi semangat ngerjain skripsi, Bu. Doain ya.”
Dan mungkin, itu bukan dusta. Karena malam sebelumnya, ia benar-benar merasa lebih baik. Bukan karena saldo, tapi karena merasa masih ada ruang untuk harapan, walau sekecil spin di tengah malam.
Bagi Rehan, daftar Jadwal188 bukan sekadar tempat bermain. Tapi ruang kecil untuk bernapas, di antara tugas, tekanan, dan dunia yang terlalu cepat menilai. Ia tahu itu bukan jawaban dari hidupnya. Tapi ia juga tahu, semua orang butuh istirahat. Dan malam itu, ia menemukan istirahatnya… dalam sebuah spin sederhana.
Karena kadang, yang kita cari bukan kemenangan besar. Tapi hanya satu momen yang bilang:
“Kamu gak gagal. Kamu cuma lagi istirahat sebentar.”
Jika kamu membaca ini, mungkin kamu juga sedang melewati malam yang panjang. Mungkin kamu juga sedang tersesat, tapi masih pura-pura tahu jalan. Dan mungkin, seperti Rehan, kamu hanya ingin diam sebentar… di tempat yang gak menuntut, gak bertanya, gak menilai.
Jadwal188 tidak menjanjikan apa pun. Tapi kadang, dari yang tidak dijanjikan, kita justru menemukan sedikit harapan.
Tinggalkan Balasan